Mau Negosiasi KPR? Yuk Simak Di Bawah Ini

Mau Negosiasi KPR Yuk Simak Di Bawah Ini

Banyak orang yang membeli rumah dengan menggunakan cara KPR. Ada beberapa alasan mengapa banyak orang yang lebih suka membayar KPR dibandingkan tunai. Salah satu alasannya yaitu tidak cukupnya biaya untuk membeli rumah menggunakan tunai, sehingga banyak orang yang memilih jalan KPR.

Sayangnya, membayar KPR juga cukup berat, oleh sebab itu banyak orang yang bertanya apakah bisa melakukan negosiasi KPR? Ternyata negosiasi KPR bisa dilakukan, tentunya hal ini sangat meringankan Anda yang tidak memiliki cukup biaya untuk membayar KPR.

Namun, dalam melakukan negosiasi KPR tidak mudah, Anda harus berurusan dengan pihak Bank, Notaris, asuransi dan pihak lainnya untuk mendapatkan negosiasi harga yang pas. Pertanyaan selanjutnya yaitu apa saja negosiasi KPR yang bisa dipilih?

Untuk lebih jelasnya yuk simak, negosiasi KPR yang bisa dipilih di bawah ini.

1. Uang muka KPR

Saat Anda membeli sebuah rumah dan proses pembayarannya menggunakan KPR, maka Anda harus membayar uang muka sebesar 30%. Sebab, bank tidak akan membiayai rumah yang dibeli 100%.
Uang muka ini harus dibayarkan sebelum Anda mengajukan kredit ke Bank. Hal ini berfungsi sebagai bukti bahwa Anda mampu dalam hal finansial untuk melakukan kredit. Namun, sebenarnya secara umum uang muka KPR ini tidak bisa dinego.

Ada beberapa bank yang membolehkan untuk membayar uang muka kurang dari 30% harga rumah. Untuk itu, bagi Anda yang ingin negosiasi KPR, Anda bisa menanyakan langsung ke Bank mengenai jenis kredit apa yang bisa dinegosiasi uang muka KPRnya.

2. Biaya notaris KPR

Saat Anda mengajukan KPR, maka Anda juga membutuhkan notaris untuk mengurus segala perlengkapan surat-surat dan berkas-berkas rumah. Tentunya notaris tidaklah gratis, Anda harus membayar notaris tersebut.

Namun, tidak ada ketentuan bayaran yang diberikan kepada notaris dalam jumlah yang pasti. Untuk itu, saat Anda menggunakan notaris untuk mengurus segala perlengkapan berkas-berkas rumah, mintalah negosiasi KPR kepada notaris. Jika perlu Anda bisa meminta diskon supaya bayaran yang diberikan lebih murah.

Ada beberapa kasus yang menyebutkan bahwa si A membeli rumah seharga 1 miliar, kemudian dia memberikan bayaran kepada notaris sebesar 20 juta. Namun, si B juga membeli rumah sebesar 1 miliar, namun bayaran yang diberikan kepada notaris kurang dari 20 juta.

Dengan demikian, banyaknya biaya notaris satu dengan notaris lainnya tidak sama. Untuk itu dibutuhkan kejelian dalam bernegosiasi agar mendapatkan harga terbaik.

3. Biaya provisi KPR

Satu lagi negosiasi KPR yang bisa dilakukan adalah provisi KPR. Biasanya pihak Bank selalu memberikan diskon dan potongan untuk biaya ini. Bahkan setiap tahunnya diskon yang diberikan selalu besar.

Namun, jika Bank tidak memberikan diskon atau potongan, Anda tetap bisa melakukan negosiasi KPR meskipun jumlah potongan yang diberikan tidak terlalu besar.

4. Baya asuransi kebakaran

Setiap rumah yang dibeli melalui sistem KPR pasti memiliki jaminan dari kebakaran. Apabila dalam masa kredit sampai selesai tidak terjadi kebakaran, maka dalam polis sudah disebutkan bahwa bank akan diberikan ganti rugi oleh pihak asuransi. Bank sendiri menjadi pihak yang menerima biaya asuransi tersebut.

Bagi Anda yang tidak ingin dirugikan dan ingin menerima biaya asuransi ini, maka Anda bisa mengajukan negosiasi yang disebut dengan premi asuransi. Namun, sayangnya untuk mengurus premi asuransi sangat ribet, sebab Anda harus berurusan dengan Bank.

Kabar baik untuk Anda yang ingin melakukan negosiasi KPR dengan meminta premi asuransi dari pihak bank ke diri sendiri yaitu tidak membutuhkan biaya yang mahal. Sebagai contoh, untuk rumah yang memiliki harga 1 miliar rupiah, ternyata untuk mengurus premi asuransi tersebut hanya membutuhkan biaya sebesar 2,3 juta saja.

5. Biaya asuransi jiwa

Untuk Anda yang ingin mengajukan KPR, maka Anda harus memiliki asuransi jiwa. Asuransi jiwa ini ternyata sangat dibutuhkan baik pihak bank maupun kreditur. Sebab, asuransi jiwa yang akan menjamin pelunasan hutang jika kreditur meninggal dunia sebelum masa kredit habis.

Semakin tua usia kreditur, maka semakin besar pula asuransi bank yang disarankan. Namun, untuk Anda yang ingin meminta keringanan asuransi jiwa, Anda melakukan negosiasi KPR asuransi jiwa kepada pihak bank. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan asuransi jiwa yang kecil.

Namun, ternyata tidak semua bank mewajibkan kreditur haus memiliki asuransi jiwa. Ada beberapa bank yang mewajibkan dan tidak mewajibkan asuransi jiwa, tentunya bank tersebut memiliki alasan sendiri. Jika tidak ingin ada tagihan asuransi jiwa, maka sebaiknya Anda pilih bank yang tidak menyediakan asuransi jiwa.

Memang bisa mengajukan negosiasi KPR, sayangnya untuk mengurus negosiasi tersebut membutuhkan waktu yang lama dan ribet. Namun, jika Anda ada kemauan untuk mengurusnya, maka Anda akan dapatkan harga KPR yang lebih murah.