6 Tips Memilih Bank Untuk KPR

6 tips Memilih Bank untuk KPR

Untuk memiliki rumah di kota besar cukup sulit, ini dikarenakan harga rumah yang semakin mahal. Oleh sebab itu banyak orang yang membeli rumah dengan menggunakan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Namun sayangnya, dalam mengajukan KPR tak semudah yang dibayangkan. Oleh sebab itu, Anda harus memilih Bank untuk KPR yang tepat.

Ada banyak sekali Bank yang menawarkan KPR kepada setiap orang. Ada berbagai penawaran yang ditawarkan, dimulai dari bunga yang murah selama 3 tahun, hingga periode cicilan yang mencapai 2 tahun. Semua itu dilakukan agar konsumen memilih bank tersebut.

Namun, bagi Anda yang ingin mengambil KPR, ada baiknya Anda harus jeli dalam memilih Bank untuk KPR. Jangan sampai Anda tergiur dengan janji-janji manis yang akhirnya akan merugikan Anda. Untuk itu Anda sangat perlu tips memilih Bank untuk KPR di bawah ini.

1. Mencari tahu Bank yang akan dipilih

Saat Anda ingin mengajukan KPR, pastikan cari informasi secara mendalam tentang bank yang akan dipilih. Ada banyak sekali jenis bank yang menawarkan KPR, dimulai dari Bank swasta, BUMN hingga Bank Asing.

Carilah bank yang menawarkan berbagai kelebihan, pastikan pula apa kekurangan dari Bank tersebut. Jangan sampai Anda memilih Bank yang akan memberatkan Anda dalam proses pencicilan KPR.
Anda bisa mendapatkan informasi dengan datang langsung ke bank tersebut. Namun, jika Anda tidak memiliki cukup waktu untuk datang langsung, maka Anda bisa mencari informasi dengan melalui situs-situs bank.

Bandingkan antara bank satu dengan bank lainnya, manakah yang memberikan keringanan dalam melakukan kredit. Anda juga bisa mencari informasi dari tetangga, teman atau kerabat untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas.

2. Mempelajari dan menghitung bunga

Ada banyak orang yang kurang paham bagaimana cara mempelajari dan menghitung bunga Bank. Padahal hal tersebut bisa dihitung sendiri, sehingga saat memilih Bank untuk KPR Anda tidak akan salah.

Bank sendiri memiliki tiga metode yang bisa digunakan untuk menghitung bunga. Diantara ketiga metode itu adalah bunga efektif, tetap, dan antusias. Namun, biasanya bank menerapkan metode perhitungan bunga antusias untuk memudahkan nasabahnya.

Jika Anda menemui bunga KPR dengan tulisan9.0% p.a itu berarti bunga tersebut sebesar 9 % setiap tahunnya. Oleh sebab itu, Anda perlu hati-hati dan bijak dalam memilih Bank untuk KPR.

3. Hitung dan simulasikan cicilan

Kebanyakan nasabah hanya sibuk memikirkan bunga yang harus dibayarkan dalam mengajukan KPR. Padahal sebenarnya yang perlu dilakukan adalah menghitung berapa jumlah cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya.

Pastikan saat Anda mengajukan KPR, mintalah pada pihak bank mengenai simulasi pembayaran cicilan. Jangan sampai Anda terlena dengan bunga yang murah tanpa tahu berapa simulasi cicilan yang harus dibayarkan. Perhitungkan berapa total uang yang harus Anda keluarkan hingga proses kredit rumah berakhir.

4. Banyak-banyak bertanya

Ada sebuah pepatah yang mengatakan “malu bertanya sesat di jalan”. Ternyata pepatah ini juga berlaku dalam memilih Bank untuk KPR. Pastikan ajukan banyak pertanyaan kepada Bank sebelum anda memutuskan untuk mengambil KPR.

Tanyakan apa yang ingin Anda ketahui mengenai sistem KPR yang berlaku, proses pembayaran, adakah administrasi awal, jika terlambat apa hukumannya, apa yang harus dilakukan untuk mempercepat pelunasan dan lain sebagainya.

Jangan sampai Anda hanya setuju-setuju saja dan tersesat di jalan. Dampak yang paling parah yaitu Anda akan mengalami kesulitan saat melakukan cicilan pembayaran.

5. Bandingkan dengan kemampuan

Pastikan ambil kredit KPR sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan pilih cicilan yang lebih banyak dibandingkan dengan gaji. Pastikan ambil cicilan yang besarnya 30% dari gaji Anda. Dengan begitu Anda tetap bisa menyambung hidup tanpa takut tidak bisa membayar cicilan rumah.

Misalnya saja jika Anda memiliki gaji sebesar Rp. 10.000.000. Maka cicilan maksimal yang bisa Anda ambil adalah Rp. 3.000.000. Namun, Anda juga memiliki cicilan motor sebesar Rp. 500.000 setiap bulan.
Maka Anda bisa mengambil cicilan KPR sebanyak Rp. 3.000.000 – Rp. 500.000 = Rp. 2. 500.000. Nilai Rp. 2.500.000 tersebut merupakan nilai cicilan maksimal yang bisa Anda ambil.

6. Merencanakan KPR dengan baik

Pastikan Anda mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan dalam mengajukan kepada KPR dengan baik. Ini bertujuan agar Anda tidak menyesal pada akhirnya. Salah satunya yaitu dalam memilih Bank untuk KPR, jangan sampai Anda tergiur dengan berbagai penawaran yang diberikan tanpa mempertimbangkan segala konsekuensinya.

Perhitungkan semuanya dengan baik, dimulai dari uang muka, cicilan pertama hingga cicilan terakhir, besarnya bunga dan pertimbangkan juga apakah gaji Anda akan mengalami kenaikan atau tidak. Dengan demikian Anda bisa melakukan KPR dengan nyaman tanpa takut telat bayar cicilan.

Pastikan ingat ke enam tips memilih Bank untuk KPR di atas saat ingin mengajukan KPR. Jangan sampai Anda tergiur dengan janji manis dari pihak Bank yang ingin mencari keuntungan sebesar-besarnya dari Anda.